Jenis Kawat Las Dan Penggunaanya Untuk Pengelasan

Posted by CaraKitaHD on Rabu, 06 Maret 2019

kawat las berselaput yang digunakan pada las busur


Kawat las berselaput yang digunakan pada Ias busur listrik memiliki ketidaksamaan formasi selaput ataupun kawat Pokok. Pelapisan fluksi pada kawat pokok bisa dengah langkah destrusi, semprot atau celup. Ukuran standard dia­meter kawat pokok dari 1,5 mm sampai 7 mm dengan pan­jang pada 350 sampai 450 mm. Beberapa jenis selaput fluksi pada Kawat las contohnya selulosa, kalsium karbonat (Ca C03), titanium dioksida (rutil), kaolin, kalium oksida mangan, oksida besi, serbuk besi, besi silikon, besi mangan dan lain-lain dengan prosentase yang berlainan, untuk setiap type Kawat las.

Tebal selaput kawat las sekitar pada 70% sampai 50% dari diameter kawat las bergantung dari type selaput. Pada saat pengelasan, selaput kawat las ini akan ikut mencair serta membuahkan gas CO2 yang membuat perlindungan cairan las, busur listrik serta beberapa benda kerja pada hawa luar. Hawa luar yang memiliki kandungan O2 serta N akan memengaruhi karakter mekanik dari logam Ias. Cairan selaput yang dimaksud terak akan terapung serta membeku melapisi permukaan las yang masih tetap panas.

A. Klasifikasi Kawat Las 

Kawat las baja lunak serta baja gabungan rendah untuk las busur listrik manurut klasifikasi AWS (American Welding Society) dikatakan dengan sinyal E XXXX yang artInya seperti berikut :
E : mengatakan kawat las busur listrik
XX (dua angka) : setelah E mengatakan kemampuan tarik deposit las dalam beberapa ribu Ib/in2 lihat table.

Baca juga: Mengenal Fungsi dan Jenis Kawat Las

X (angka ke-3) : mengatakan tempat pangelasan.
angka 1 untuk pengelasan semua tempat. angka 2 untuk pengelasan tempat datar dibawah tangan
X (angka ke empat) menyataken type sela­put serta type arus yang pas digunakan un­tuk pengelasan lihat table.

Contoh : E 6013 Berarti:
Kemampuan tarik minimal den deposit las ialah 60.000 Ib/in2 atau 42 kg/mm2
Bisa digunakan untuk pengelasan semua po­sisi
Type selaput elektroda Rutil-Kalium serta pengelasan dengan arus AC atau DC + atau DC –

B. Kawat Las Baja Lunak 

Serta berbagai macam type kawat las baja lu­nak bedanya hanya pada type selaputnya. Tengah kan kawat utamanya sama.

1. E 6010 serta E 6011 
Kawat las ini ialah type kawat las selaput selulosa yang bisa digunakan untuk pengelesan dengan penembusan yang dalam. Pengelasan bisa pada semua tempat serta terak yang tipis bisa dengan gampang dibersih­kan. Deposit las umumnya memiliki karakter sifat mekanik yang baik serta bisa digunakan untuk pekerjaan dengan peng­ujian Radiografi. Selaput selulosa dengan kebasahan 5% pada saat pengelasan akan membuahkan gas pelindung. E 6011 memiliki kandungan Kalium untuk mambantu menstabil­kan busur listrik jika digunakan arus AC. 
2. E 6012 serta E 6013 
Ke-2 kawat las ini termasuk juga type selaput rutil yang bisa manghasilkan penembusan tengah. Kedua-duanya bisa digunakan untuk pengelasan semua tempat, tapi ke­banyakan type E 6013 begitu baik untuk tempat pengeles­an tegak arah ke bawah. Type E 6012 biasanya bisa di­pakai pada ampere yang relatif tambah tinggi dari E 6013. E 6013 yang memiliki kandungan lebih benyak Kalium memudah­kan penggunaan pada voltage mesin yang rendah. Kawat las dengan diameter kecil umumnya digunakan untuk pangelasan pelat tipis. 
3. E 6020 
Kawat las type ini bisa membuahkan penem­busan las tengah serta teraknya gampang dilepaskan dari susunan las. Selaput kawat las terpenting memiliki kandungan oksida besi serta mangan. Cairan terak yang sangat cair serta gampang mengalir menyusahkan pada pengelasan dengan tempat lainnya daripada bawah tangan atau datar pada las pojok. 
4. Kawat las dengan Selaput Serbuk Besi 
Selaput kawat las type E 6027, E 7014. E 7018. E 7024 serta E 7028 memiliki kandungan serbuk besi untuk tingkatkan efisiensi pengelasan. Biasanya selaput elek­troda semakin lebih tebal dengan menambahnya prosentase serbuk besi. Karenanya ada serbuk besi serta makin bertambah tebalnya selaput akan membutuhkan ampere yang tambah tinggi. 
5. Kawat las Hydrogen Rendah
Selaput kawat las type ini memiliki kandungan hydrogen yang rendah (kurang dari 0,5 persen), hingga deposit las dapat juga bebas dari porositas. Kawat las ini digunakan untuk pengelasan yang membutuhkan kualitas tinggi, bebas porositas, misalnye untuk pengelasan bejana serta pipa yang akan alami desakan. Beberapa jenis kawat las hydrogen rendah contohnya E 7015, E 7016 serta E 7018. 

C. Keadaan Pengelasan 

Di bawah ini dikasihkan rincian keadaan pengelasan untuk elektroda Philips baja lunak serta baja gabungan rendah.

Baca juga: Kode Kawat Las yang Harus Anda Mengerti Sebelum Membeli

Kawat las Untuk Besi Tuang
Kawat las yang dipekai untuk mengelas besi tuangkan ialah kawat las Baja, kawat las nikel, kawat las perunggu.


  • Besi tuang 
  • Kawat las nikel 


Kawat las type ini digunakan untuk mengelas besi tuangkan, jika hasil las masih tetap ditangani kembali dengan mesin. Kawat las nikel bisa digunakan dalam sagala tempat pengelasan. Rigi-rigi las yang dibuat kawat las ini pada besi tuangkan ialah rata serta halus jika digunakan pada pesawat las DC kutub terbalik. Karakter kawat las nikel bisa disaksikan pada tabel berikut ini.

Kawat las Baja 
Kawat las type ini jika digunakan untuk mengelas besi tuangkan akan membuahkan deposit las yang kuat se­hingga tidak bisa ditangani dengan mesin. Dengan begitu elektroda ini digunakan jika hasil las tidak di­kerjakan kembali. Untuk mengelas besi tuangkan dengan kawat las baja bisa digunakan pesawat las AC atau DC kutub terbalik.

Kawat las perunggu
Hasil las dengan menggunakan kawat las ini tahan ter­hadap retak, hingga panjang las bisa ditambah. Kawat pokok dari kawat las dibikin dari perunggu fosfor serta dikasih selaput yang membuahkan busur konstan.

Kawat las dengan Hydrogen rendah
Kawat las type ini pada intinya digunakan untuk baja yang memiliki kandungan karbon kurang dari 1,5%. Tapi juga dapat digunakan pada pengelasan besi tuangkan dengan hasil yang baik. Hasil lasnya tidak bisa ditangani dengan mesin.

Kawat las Untuk Aluminium.
Aluminium bisa dilas listrik dengan kawat las yang dibikin dari logam yang sama. Penentuan elektroda aluminium yang sama dengan pekerjaan didasarkan pada tabel info dari pabrik yang membuat. Kawat las aluminium AWS-ASTM AI-43 untuk las busur listrik yaitu dengan pasawat las DC kutub terbalik di mana penggunaan arus dikatakan dalam tabel tersebut

D. Kawat las untuk palapis Keras 

Arah pelapis keras dari sisi keadaan penggunaan yakni supaya alat atau bahan tahan pada kikisan, pukulan serta tahan aus. Untuk arah itu jadi kawat las untuk pelapis keras bisa diklasifikasikan dalam tiga jenis Yakni kawat las tahan kikisan, kawat las tahan pukulan serta kawat las tahan aus.

Baca juga: Kawat Las Listrik Kegunaan Keunggulan dan Daftar Harganya

Kawat las tahan kikisan.
Kawat las type ini dibikin dari tabung chrom karbida yang berisi serbuk-serbuk karbida. Kawat las dengan diameter 3,25 mm – 6,5 mm digunakan peda pesawat las AC atau DC kutub terbalik. Kawat las ini bisa digunakan untuk pelapis keras permukaan pada bagian potong yang tipis, peluas lubang serta beberapa tipe pisau.

Kawat las tahan pukulan.
Kawat las ini bisa digunakan pada pesawat las AC atau DC kutub terbalik. Digunakan untuk pelapis keras sisi pemecah serta palu.

Kawat las tahan keausan.
Kawat las ini dibikin dari paduan-paduan non ferro yang memiliki kandungan Cobalt, Wolfram serta Chrom. Umumnya digunakan untuk pelapis keras permukaan katup buang serta dudukan katup di mana temperatur serta keausan tinggi sekali.

E. Memilih Besarnya Arus Listrik.

Besarnya arus listrik untuk pengelasan bergantung pada ukuran diameter serta jenis kawat las. Pada prakteknya diambil ampere pertengahan. Menjadi contoh; untuk kawat las. E 6010 ampere minimal serta maksimal ialah 80 amp. sampai 120 amp. Hingga dalam perihal ini ampere pertengahan 100 amp.
1. Beberapa cara Menyalakan Busur 
Untuk mamperoleh busur yang baik di butuhkan pangaturan arus (ampere) yang pas sama dengan tipe serta ukuran kawat las, Mempersalahkan busurd apat dikerjakan dengan 2 (dua) langkah.

Jika mesin Ias yang digunakan mesin Ias AC, menyalakan busur dikerjakan dengan menggoreskan kawat las pada benda kerja
Untuk menyalakan busur pada pesawat Ias DC.
Jika kawat las mesti ditukar sebelum pangelasan tuntas, jadi untuk meneruskan pengelasan, busur butuh di­nyalakan kembali. Menyalakan busur kembali ini dikerjakan pada tempat kira-kira 26 mm didepan las berhenti sama dengan gambar. Bila busur berhenti di B, busur dinyalakan kembali di A serta kembali pada B untuk meneruskan pengelasan. Bilamana busur terjadi, kawat las diangkat dikit dari pekerjaan sampai jaraknya ± sama juga dengan diameter kawat las. Untuk elektroda dia­meter 3,25 mm, jarak ujung elektroda dengan permukaan bahan basic ± 3,25 mm.
2. Dampak panjang busur di hasil las. Pan­jang busur (L) Yang normal ialah kira-kira sama juga dengan diameter (D) kawat pokok kawat las.
Jika panjang busur pas (L = D), jadi cairan kawat las akan mengalir serta mengendap dengan baik. Akhirnya :
rigi-rigi las yang halus serta baik.
tembusan las yang baik
kombinasi dengan bahan basic baik
percikan teraknya halus.
Jika busur sangat panjang (L > D), jadi muncul beberapa bagian yang berupa bola dari cairan elektroda. Akhirnya :
rigi-rigi las kasar
tembusan las dangkal
percikan teraknya kasar serta keluar dari jalan las.
Jika busur sangat pendek, akan sulit me­meliharanya, dapat berlangsung pembekuan ujung elektroda pada pengelasan (lihat gam­bar 158 c). Akhirnya :
rigi las tidak rata
tembusan las tidak baik
percikan teraknya kasar serta berupa bo­la. 
3. Dampak Besar Arus.
Besar arus pada pengelasan memengaruhi hasil las. Jika arus sangat rendah akan mengakibatkan sukarnya penyalaan busur listrik serta busur listrik yang berlangsung tidak konstan. Panas yang berlangsung kurang untuk meluluhkan kawat las serta bahan basic hingga akhirnya adalah rigi-rigi las yang kecil serta tidak rata dan penembusan yang kurang dalam.
Demikian sebaliknya jika arus sangat besar jadi kawat las akan mencair sangat cepat serta membuahkan permukaan las yang lebih lebar serta penembusan yang dalam. Besar arus untuk pengelasan bergantung pada type kawat las yang digunakan, tempat pengelasan dan tebal bahan basic.

Baca juga: Jenis Pengelasan, Fungsi, dan Keunggulannya 
4. Pergerakan Kawat Las.
Pergerakan kawat las saat pengelesan ada tiga jenis yakni :
Pergerakan arah turun selama sumbu kawat las. Pergerakan ini dikerjakan untuk me­ngatur jarak busur listrik supaya masih. 
Pergerakan ayunan kawat las. Pergerakan ini dibutuhkan untuk mengendalikan lebar jalan las yang diinginkan. Ayunan keatas membuahkan jalur las yang kecil, sedang ayunan kebawah membuahkan jalan las yang lebar. Penembusan las pada ayunan keatas lebih dangkal dibanding ayunan kehawah. Ayunan segitiga digunakan pada type kawat las Hydrogen rendah untuk memperoleh penembusan las yang baik di antara dua sela pelat. 
Beberapa bentuk-bentuk ayunan dipertunjukkan pada gambar berikut ini. Titik-titik pada ujung ayunan mengatakan supaya pergerakan las berhenti sesaat pada tempat itu untuk memberikan peluang pada cairan las untuk isi sela sambungan. 
Tembusan las yang dibuat dengan gerekan ayun tidak sebagus dengan pergerakan lurus kawat las. Waktu yang dibutuhkan untuk pergerakan ayun lebih lama, hingga bisa memunculkan pemuaian atau pergantian bentuk berbahan basic. Dengan fakta ini jadi pemakaian pergerakan ayun mesti memerhatikan tebal bahan basic. 
5. Dampak Kecepatan Kawat Las Pada Hasil Las.
Kecepatan tangan menarik atau menggerakkan kawat las waktu mengelas mesti konstan, hingga menghasil­kan rigi-rigi las yang rata serta halus. Tidak dibolehkan rigi­-rigi las yang berupa gergaji. Bila kawat las digerakkan tarlalu lamban, akan di­hasilkan jalan yang kuat serta lebar. Perihal ini dapatlah memunculkan rusaknya bagian las, ter­utama jika bahan basic tipis. Jika kawat las digerakkan sangat cepat, tembusan lasnya dangkal oleh sebab kurang waktu pemanasan bahan basic serta kurang waktu untuk cairan kawat las monembus bahan basic. Jika kecepatan pergerakan kawat las pas, daerah per­paduan dengan bahan basic serta tembusan lasnya baik. 
6. Las Tulis (Las Ikat) 
Las tulis (tack weld) ialah las kecil (pendek) yang digunakan-untuk semua pakerjaan las permulaan menjadi pengikat beberapa bagian yang akan dilas, untuk menjaga tempat benda kerja. 

Panjang las tulis :
Untuk las tulis pada ujung-ujung sam­bungan umumnya tiga sampai 4x tebal pelat serta maksimal 35 mm.
Untuk las tulis yang ada di antara ujung ujung sambungan, umumnya dua sampai 3x tebal pelat serta maksimal 35 mm.

Baca juga: Jenis-Jenis Mesin Las Busur Listrik dan SMAW

Jarak normal, las tulis :
Untuk pelat baja lunak (mild steel) dengan tebal 3,0 mm, jaraknye ialah 160 mm.
Jarak ini makin bertambah 25 mm untuk tiap-tiap bertambahnya tebal satu milimeter sampai jarak maksimal 800 mm untuk tebal pelat di atas 33,0 mm.

Jika panjang las kurang dari 2x jarak normal di atas, cukuplah dibikin las tulis pada ke-2 ujungnya. Pada sambungan las T, jarak las tulis dibikin 2x jarak normal di atas.

Demikian yang bisa CaraKitaHD jelaskan mengenai Jenis Kawat Las Dan Penggunaanya Untuk Pengelasan di artikel kali ini. Semoga bermanfaat!


Previous
« Prev Post

Related Posts

Maret 06, 2019 Maret 06, 2019

0 komentar:

Posting Komentar