Mengenal Susunan Struktur Rangka Bangunan

Posted by CaraKitaHD on Kamis, 07 Februari 2019

mengenal susunan struktur rangka bangunan


Susunan rangka bangunan berperan untuk melanjutkan beban vertikal ataupun beban horizontal, baik berbentuk beban masih, beban hidup atau beban sesaat (contohnya: gempa serta angin) ke tanah. Strukur rangka ini, untuk bangunan bertingkat terbagi dalam skema lantai (plat serta balok) yang di topang oleh kolom, untuk setelah itu dilanjutkan ke fondasi. Material yang dipakai dapat terbuat dari baja, beton bertulang atau kayu untuk bangunan simpel. Sebab peranannya yang begitu penting buat berdirinya satu bangunan, susunan rangka mesti direncanakan dengan jeli ikuti beberapa kaidah mekanika tehnik dengan memerhatikan aspek keamanan selain aspek ekonomis

Rangka Baja 

Susunan rangka baja terbagi dalam balok induk, balok anak serta kolom baja struktural yang dipakai untuk bangun rangka berbagai macam susunan meliputi bangunan satu lantai sampai gedung pencakar langit. Sebab baja struktural susah ditangani pada tempat (on-site), jadi umumnya dipotong, dibuat, serta dilubangi dalam pabrik sesuai dengan detail design, akhirnya berbentuk konstruksi rangka struktural yang relatif singkat serta tepat.

Baja struktural bisa dilewatkan terekspos pada konstruksi tahan api yang tidak terproteksi, tetapi sebab baja bisa kehilangan kemampuan dengan mencolok sebab api, pelapis anti api diperlukan untuk penuhi kwalifikasi menjadi tahan api. Pada keadaan terekspos, ketahanan pada korosi pun diperlukan.

Rangka baja sangat efektif saat balok induk serta balok anak ditempatkan pada grid yang teratur. Ketahanan pada angin lateral atau style gempa bumi memerlukan pemakaian dinding geser (shear wall), pengaku diaggonal (bracing) atau rangka kaku dengan konneksi penahan peristiwa.

Rangka Beton Bertulang 

Pemakaian beton bertulang dalam konstruksi gedung telah umum dikerjakan. Beberapa keuntungan memakai beton bertulang diantaranya: kekuatannya meredam beban yang tinggi sekali, gampang dibuat sesuai dengan keperluan, keawetannya, serta ketahanan pada api yang lebih baik dari susunan baja (sebab terdapatnya selimut beton yang membuat perlindungan tulangan baja di dalamnya).

Salah satunya kekurangannya ialah bervariasinya kuat tekan beton yang begitu di pengaruhi oleh type, kualitas, serta formasi material pembentuknya (aggregat, semen serta air), dan langkah penyelesaiannya. Oleh karenanya, kontrol kualitas beton umumnya cukuplah ketat baik dalam proses pengadukannya, pengecorannya dan perawatan sesudah dicor. Umumnya dalam detail tehnis satu bangunan yang akan dikerjakan, dipersyaratkan pentingnya pengujian kualitas beton supaya kuat tekan beton sama dengan yang direncanakan.

Tempat pembuatan beton bisa dikerjakan pada site project, atau juga dapat dengan pesan beton yang telah jadi (ready mix). Proses pembentukan susunan beton bertulang bisa dikerjakan dalam tempat, atau juga dapat memakai beton precast (pesan telah jadi sesuai dengan dimensi yang dipastikan). Dilihat dari skema penulangannya, diketahui beton bertulang biasa serta beton prategang (prestressed).

Rangka Kayu 

Pemakaian skema rangka kaya umumnya hanya terbatas pada bangunan yang relatif tidaklah terlalu besar. Penentuan material kayu sekarang ini lebih pada pertimbangan segi estetika sebab penampilannya yang alami, meskipun sekarang ini harga kayu melompat cukuplah tinggi, sebab makin langkanya kayu serta terdapatnya rumor lingkungan (terbabatnya rimba yang memberi peran besar pada pemanasan global). Kayu banyak juga dipakai untuk pembuatan rumah dengan skema knock-down.

Skema lantai balok serta papan kayu dengan tipikal dipakai dengan grid penopang terbagi dalam kolom atau tiang untuk membuat rangka susunan. Memakai beberapa bagian struktural yang semakin besar tetapi lebih dikit hingga bisa membentangi jarak yang lebih panjang yang bermakna lebih irit dalam cost material serta pekerja.

Beberapa hal yang butuh mendapatkan perhatian pada susunan rangka kayu: 

• Rangka balok papan sangat efisien untuk meredam beban tengah yang terdistribusi rata sedang beban terpusat membutuhkan rangka penambahan.

• Saat skema struktural dilewatkan terekspos, perhatian mesti dikasihkan pada type serta kualitas kayu yang dipakai, detil sambungan terutamanya pada koneksi balok-ke balok serta balok ke kolom serta kualitas pekerjaan.

• Rangka balok-papan bisa dikelompokkan menjadi konstruksi kayu berat bila strukturnya didukung oleh dinding exterior tahan api, dan anggota bagiannya serta deknya penuhi prasyarat minimum yang dispesifikasikan dalam ketentuan kode bangunan.

• Kekurangan skema lantai balok-papan ialah rawan pada transmisi nada serta terbatasnya ruangan untuk insulasi termal, aliran pemipaan, kabel serta aliran yang lain.

Rangka Bambu 

Terdapatnya bambu yang cukuplah melimpah di sejumlah besar belahan bumi serta karakter mekanisnya yang begitu baik (terpenting kuat tariknya), membuat bambu lumayan menarik jadikan menjadi bahan pilihan yang murah untuk material bangunan, baik untuk rangka susunan pentingnya, rangka atap, dinding bahkan juga sekarang ini riset selalu dikerjakan pada pemakaian bambu menjadi tulangan beton.

Keunggulan bambu ialah bisa diperbarui, gampang tumbuh, relatif tambah murah daripada baja, serta mempunyai kuat tarik yang mendekati kuat tarik baja (200 – 400 Mpa). Salah satunya kekurangan bambu ialah tidak meratanya kemampuan bambu di ruas bawah dengan ruas atas (bergantung pun pada usia bambu), diameter bambu yang beragam (bergantung type bambu) serta karakter bambu yang gampang lapuk serta kembang-susutnya yang tinggi hingga daya lekatnya dengan beton bisa menyusut. Jadi tehnik pengawetan bambu butuh mendapatkan perhatian lebih bila ingin memakai bambu menjadi bahan bangunan.

Begitulah susunan struktur rangka bangunan yang bisa CaraKitaHD sampaikan dalam artikel kali ini dan semoga bermanfaat, jangan lupa untuk dishare.

Previous
« Prev Post

Related Posts

Februari 07, 2019 Februari 07, 2019

0 komentar:

Posting Komentar