Mengenal Mesin Las Inverter dan Cara Perawatannya

Posted by CaraKitaHD on Senin, 28 Januari 2019

mengenal mesin las berteknologi inverter

Mengenal Mesin Las Inverter - Proses pengelasan dilakukan dengan menggunakan mesin las untuk menyambungkan logam sebagai benda kerjanya. Salah satu jenis mesin las untuk pengelasan bahan yang ringan adalah mesin las inverter. Selain praktis, mesin las ini mampu menghasilkan sambungan pada logam yang cukup kuat.

Mesin las portable atau mesin las berteknologi inverter, yaitu hasil modifikasi dari mesin las biasa. Mesin las ini dapat menghasilkan daya frekuensi switching cukup tinggi, yaitu antara 18-100khz.

Mengenal Mesin Las Berteknologi Inverter

Di dunia pengelasan, apakah Anda pernah mengenal jenis mesin las listrik? Mesin tersebut merupakan jenis mesin las berteknologi inverter. Untuk menghasilkan suhu panas, mesin ini mengandalkan sumber daya listrik dari PLN. Umumnya mesin ini membutuhkan daya listrik dalam setiap pengerjaannya sekitar 400 Watt, 900 Watt hingga 1500 Watt.

Baca juga: Tips Membeli Mesin Las Listrik Berkualitas Terbaik

Meskipun bentuknya kecil dan bobotnya ringan, tetapi kemampuan mesin las ini masih menjadi andalan untuk kalangan tertentu. Mesin yang dirancang dengan teknologi inverter ini, cocok sekali untuk pekerjaan pengelasan rumah tangga, industri ringan, bengkel, hingga menyalurkan hobby.

Jenis pengelasan yang bisa dilakukan dengan menggunakan mesin las inverter, yaitu jenis pengelasan FCAW, TIG, SMAW, dan MIG. Dalam penggunaan mesin las ini, Anda perlu memperhatikan 5 hal berikut ini:

1. Pilih dan gunakan kawat las sesuai dengan ukuran pada spesifikasi mesin

Hal ini merupakan faktor penting agar kinerja mesin lebih maksimal dan hasilnya sempurna. Lain halnya jika mengunakan kawat yang ukurannya lebih besar. Selain merasa terbebani, mesin juga kemungkinan akan cepat rusak.

Oleh sebab itu, agar mesin tetap menunjukan kemampuannya yang maksimal, penting untuk memilih dan menggunakan kawat las sesuai dengan ukuran bawaan mesin (spesifikasi mesin).

2. Gunakan sumber daya listrik yang stabil

Saat mesin dinyalakan, upayakan sumber daya listriknya stabil. Hal tersebut akan membuat kinerja mesin menjadi lebih statis dan regulator mesin menjadi lebih awet. Lain halnya jika pasokan listrik tidak stabil. Selain membuat mesin las drop, juga regulator power suplay akan cepat rusak.

3. Hindari menggunakan sumber daya listrik dari geberator (genset)

Mesin las berteknologi inverter ini tidak baik jika sumber listriknya berasal dari generator (genset) tanpa dilengkapi penyetabilan tegangan. Pada beberapa kasus kerusakan mesin ini, bermula dari sumber listrik yang naik turun bahkan dari lonjakan tegangan. Selain berpengaruh pada hasil pengelasan yang kurang baik, juga dapat mengakibatkan kerusakan pada beberapa komponen mesin.

4. Sirkulasi udara pada kipas pendingin harus benar-benar berfungsi

Salah satu kelebihan dari mesin las ini, yaitu memiliki sensor thermostat. Fungsinya adalah sebagai pengaman saat terjadi overheat. Meskipun demikian, tetap saja memerlukan sirkulasi udara dari kipas pendingin, apabila terjadi kelebihan suhu panas pada amesin las. Oleh sebab itu, Anda harus memastikan sirkulasi udara pada kipas pendingin benar-benar berfungsi dengan baik.

Baca juga: Pengelasan Stainless Steel, Pengertian Kegunaan dan Keunggulannya

5. Tidak memaksakan beban kerja berlebihan

Kemampuan mesin las ini mempunyai bebankerja dengan batasan tertentu. Tidak dianjurkan menggunakan mesin las ini diluar kemampuannya, karena dapat merusak komponen-komponen di dalam mesin. Misalnya mesin las inverter 900 Watt, tidak boleh digunakan untuk pengelasan membuat knopi, tralis, pagar, dan lain sebagainya.

Cara Merawat Mesin Las Berteknologi Inverter

Agar kondisinya tetap baik, maka diperlukan tindakan perawatan secara rutin. Berikut cara merawat mesin las inverter:

1. Bersihkan unit mesin

Setiap kali pemakaian, mesin las harus dibersihakan dari penumpukan debu dan serbuk besi sisa-sisa pengelasan. Meskipun kelihatannya sepele, tetapi penumpukan debu dan serbuk besi ini bisa mengakibatkan hubungan arus pendek pada board sirkuit yang rentan terjadi short. Cara perawatan ini juga bisa memperpanjang usia mesin las.

2. Jauhkan mesin dari berbagai macam cairan

Semua rangkaian komponen di dalam mesin sangat rentan terjadinya hubungan arus pendek. Sehinga saat melakukan proses pengelasan maupun ketika mesin las disimpan, harus dijauhkan dari berbagai macam cairan. Dengan demikian, kondisi mesin las akan tetap terjaga dengan baik dan berpengaruh pada usia pakai mesin las tersebut.

3. Periksa secara rutin sirkulasi udara pada kipas pendingin

Komponen ini sangat penting untuk menjaga suhu mesin agar tetap stabil. Setiap kali pemakaian, sebaiknya selalu diperiksa terlebih dahulu, untuk memastikan fungsinya benar-benar bekerja dengan optimal.

Dengan mengetahui pengoperasian mesin las dengan benar sekaligus perawatannya, mesin las inverter yang Anda miliki bisa membuat hasil pengelasan lebih baik dan dapat memperpanjang usia pakainya. Semoga bermanfaat!

Previous
« Prev Post

Related Posts

Januari 28, 2019 Januari 28, 2019

0 komentar:

Posting Komentar